Ekonomi
Explore articles in the Ekonomi category

Diskon Transportasi sebagai Investasi Pemerintah dalam Menggerakkan Ekonomi Domestik
Kebijakan diskon tarif transportasi hingga 30 persen yang diterapkan pemerintah pada berbagai periode libur sepanjang 2026 mencerminkan pendekatan baru dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Di balik penurunan harga tiket, pemerintah tengah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat sebagai instrumen untuk memperkuat konsumsi domestik, menghidupkan sektor pariwisata, mempercepat perputaran ekonomi daerah, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Read more
Rupiah Tertekan ke Kisaran Rp18.200, BI Tegaskan Faktor Global Jadi Pemicu Utama
Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian setelah dolar Amerika Serikat (AS) sempat mendekati level Rp18.200 pada perdagangan Senin. Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dolar AS secara global dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional. Namun, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Pemerintah dan BI pun terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar dan memastikan kepercayaan investor tetap terjaga.
Read more
Mengapa Kesepakatan BI–PBOC di Shanghai Lebih Penting daripada yang Kita Bayangkan?
Ketika perhatian publik tersita oleh pergerakan harian rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, sebuah perkembangan penting terjadi di Shanghai. Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) memperkuat kerja sama keuangan bilateral melalui pembaruan currency swap, perluasan transaksi mata uang lokal, serta penguatan sistem pembayaran lintas negara. Sekilas terlihat sebagai agenda teknis bank sentral. Namun jika dibaca dalam konteks perubahan ekonomi global, langkah ini sesungguhnya mencerminkan strategi Indonesia untuk memperkuat posisi tawar ekonomi nasional dan mengurangi kerentanan terhadap gejolak eksternal.
Read more
Inflasi Mei 2026 Tetap Terkendali, Menunjukkan Kekuatan Ekonomi Nasional Menghadapi Tekanan Harga
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan. Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, penyesuaian harga energi, serta meningkatnya biaya transportasi, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas harga. Capaian ini menjadi indikator bahwa kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Read more
Harmonisasi Pajak E-Commerce: Menjaga Keadilan, Mendorong Pertumbuhan, dan Memperkuat Indonesia Digital
Ekonomi digital Indonesia terus berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Jutaan pelaku UMKM memanfaatkan marketplace dan platform digital untuk memperluas pasar serta meningkatkan pendapatan. Di tengah pertumbuhan tersebut, pemerintah memperkuat kebijakan pemajakan e-commerce sebagai bagian dari reformasi fiskal nasional. Kebijakan ini bertujuan menciptakan kesetaraan antara pelaku usaha digital dan konvensional, memperluas basis penerimaan negara, meningkatkan transparansi ekonomi digital, serta mendukung keberlanjutan pembangunan nasional tanpa menghambat pertumbuhan UMKM dan inovasi digital.
Read more
Kontraksi PMI Manufaktur Berlanjut pada Juni 2026, Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Industri
JAKARTA – Aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan perlambatan pada Juni 2026. Berdasarkan survei yang dirilis S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat 46,9, turun dari 50,0 pada Mei 2026. Posisi tersebut menandakan sektor manufaktur kembali berada di wilayah kontraksi setelah mengalami pelemahan permintaan dan peningkatan tekanan biaya.
Read more
FAO Soroti Kebangkitan Produksi Beras Indonesia, Fondasi Swasembada Pangan Semakin Menguat
Laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan kabar positif bagi sektor pangan Indonesia. Di tengah tantangan global yang masih membayangi produksi pertanian dunia, FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia meningkat signifikan dan menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia. Capaian tersebut diperkuat oleh tingginya stok beras nasional yang dikelola Bulog, yang kini mencapai level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas petani, dan membangun cadangan pangan nasional mulai memberikan hasil yang nyata serta mendapat pengakuan internasional.
Read more
Buy Indonesia, Sell Singapore: Ketika Kepercayaan terhadap Indonesia Mulai Menjadi Pilihan Rasional
Seruan "Buy Indonesia, Sell Singapore" yang disampaikan Yudo Achilles Sadewa dan Raffi Ahmad menjadi salah satu topik ekonomi yang ramai diperbincangkan di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan gejolak pasar global. Meski memunculkan pro dan kontra, narasi tersebut membawa pesan yang lebih mendasar: Indonesia saat ini sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Dengan berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, mulai dari hilirisasi industri hingga swasembada pangan, Indonesia dinilai semakin layak menjadi pusat pertumbuhan dan tujuan investasi jangka panjang.
Read more
Satgas Debottlenecking Diperkuat, Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Penghambat Investasi
JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat reformasi tata kelola investasi guna menjaga daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat peran Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk menyelesaikan berbagai kendala yang menghambat realisasi investasi, baik di tingkat kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.
Read more
RAPBN 2027 Arahkan Belanja Negara ke Delapan Prioritas Utama, Pendidikan Jadi Sektor Paling Dominan
JAKARTA – Pemerintah dan DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) RAPBN 2027 menyepakati fokus pembangunan nasional tahun depan dengan menempatkan delapan program prioritas sebagai penerima utama dukungan anggaran negara. Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp635,9 triliun untuk mendanai berbagai program strategis yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. Kesepakatan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga kesinambungan agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus belanja negara tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mempercepat transformasi sektor-sektor yang memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih terfokus, pemerintah berharap APBN 2027 dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan produktivitas nasional, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global.
Read more
PSN Wanam Dinilai Jadi Peluang Besar Papua Selatan, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia
Pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong transformasi ekonomi kawasan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Peneliti dari Masyarakat Papua Strategic Institute (MPSI) menilai proyek tersebut dapat menjadi katalis pembangunan yang menghadirkan manfaat ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua Selatan. Sejalan dengan visi pemerintah, PSN Wanam diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur.
Read more
Apakah Kenaikan Transfer ke Daerah hingga Rp90 Triliun Menandai Babak Baru Pembangunan Indonesia? Pemerintah Perkuat Daerah sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Rencana pemerintah menaikkan Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp90 triliun pada APBN 2027 menjadi sinyal bahwa pembangunan Indonesia memasuki fase baru yang lebih berorientasi pada penguatan ekonomi daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ruang kenaikan anggaran tersebut masih terbuka, namun tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara. Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah menyeimbangkan antara percepatan pembangunan, pemerataan ekonomi, dan disiplin fiskal. Dengan kapasitas daerah yang semakin kuat, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada pusat, tetapi tumbuh secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Read more.png)



