Wibicara
3 min read770

BRIN Andalkan Teknologi ANG untuk Kurangi Ketergantungan LPG, Potensi Hemat Rp26 Triliun

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang berpotensi menjadi salah satu alternatif penggunaan LPG di Indonesia. Inovasi tersebut diproyeksikan dapat membantu mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun.

O

OP Admin

Published in Wibicara

Loading...
BRIN Andalkan Teknologi ANG untuk Kurangi Ketergantungan LPG, Potensi Hemat Rp26 Triliun

Teknologi ANG menjadi salah satu hasil riset yang diperkenalkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan para peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepala BRIN Arif Satria bersama sekitar 150 periset menyampaikan sejumlah hasil penelitian dan inovasi yang tengah dikembangkan, termasuk di bidang energi.

BRIN Cari Alternatif Pemanfaatan LPG

Kebutuhan LPG di Indonesia terus menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan energi. Pasokan LPG domestik belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nasional sehingga sebagian masih harus dipenuhi melalui impor.

Kondisi tersebut mendorong pengembangan teknologi yang dapat memanfaatkan sumber energi domestik sebagai alternatif.

ANG dikembangkan dengan memanfaatkan gas alam yang disimpan melalui material adsorben. Teknologi ini memungkinkan gas bumi digunakan sebagai sumber energi dengan sistem penyimpanan yang berbeda dari LPG.

Potensi Kurangi Beban Subsidi

Salah satu potensi utama teknologi ANG berkaitan dengan pengeluaran pemerintah.

BRIN menyebut penerapan ANG sebagai alternatif LPG berpotensi mengurangi beban subsidi hingga Rp26 triliun per tahun.

Potensi tersebut dapat muncul apabila sebagian kebutuhan LPG dapat dialihkan ke sumber energi berbasis gas alam.

Namun, angka Rp26 triliun tersebut masih berupa proyeksi potensi penghematan. Nilai aktual akan bergantung pada tingkat penerapan teknologi, biaya produksi, harga energi, serta kesiapan infrastruktur.

Gas Bumi Domestik Jadi Pilihan

Pemanfaatan gas alam menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ANG.

Indonesia memiliki sumber daya gas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi. Dengan dukungan teknologi penyimpanan dan distribusi yang tepat, gas alam dapat digunakan secara lebih luas.

Pemanfaatan sumber energi domestik juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Diperkenalkan kepada Presiden Prabowo

Teknologi ANG diperkenalkan dalam pertemuan BRIN bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dalam agenda tersebut, sekitar 150 periset memaparkan berbagai hasil riset yang sedang dikembangkan. Sejumlah teknologi yang disampaikan diarahkan untuk mendukung kebutuhan strategis Indonesia.

Pengembangan teknologi energi menjadi salah satu bagian yang penting karena berkaitan dengan ketahanan energi dan efisiensi pengeluaran negara.

Masih Harus Melalui Pengujian

Meski memiliki potensi, ANG belum dapat langsung digunakan secara luas.

BRIN masih perlu memastikan teknologi tersebut memenuhi standar keamanan dan mampu bekerja secara efisien dalam kondisi penggunaan nyata.

Sistem penyimpanan, material adsorben, distribusi, serta infrastruktur pendukung menjadi sejumlah aspek yang harus diperhatikan.

Dari sisi ekonomi, biaya teknologi juga harus kompetitif. Masyarakat membutuhkan solusi energi yang aman, praktis, dan terjangkau agar penggunaan alternatif dapat diterima secara luas.

Diversifikasi Energi Nasional

Pengembangan ANG dapat menjadi salah satu bagian dari diversifikasi energi Indonesia.

Dengan adanya alternatif berbasis gas alam, Indonesia memiliki pilihan tambahan dalam memenuhi kebutuhan energi. Hal tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap LPG secara bertahap.

Pemanfaatan gas bumi domestik juga berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya energi nasional.

Peluang Penguatan Ketahanan Energi

Teknologi ANG menawarkan peluang untuk menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan energi masyarakat.

Potensi penghematan hingga Rp26 triliun menunjukkan adanya manfaat ekonomi yang dapat diperoleh jika teknologi berhasil diterapkan dalam skala luas.

Namun, potensi tersebut tetap membutuhkan pembuktian. Riset, pengujian, kesiapan infrastruktur, keamanan, serta keekonomian menjadi faktor yang menentukan.

Jika seluruh aspek tersebut dapat dipenuhi, ANG berpeluang menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri.

Pada akhirnya, keberhasilan teknologi ini tidak hanya diukur dari kemampuan menggantikan sebagian penggunaan LPG, tetapi juga dari kemampuannya memberikan energi yang aman, efisien, dan ekonomis bagi masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles