Wibicara
4 min read756

Survei Puspoll: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Bertahan di 64,8 Persen, Mayoritas Masyarakat Nilai Pemerintahan Masih Berjalan pada Jalur yang Tepat

JAKARTA – Menjelang genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) merilis hasil survei nasional terbaru yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa 64,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika global.

O

OP Admin

Published in Wibicara

Loading...
Survei Puspoll: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Bertahan di 64,8 Persen, Mayoritas Masyarakat Nilai Pemerintahan Masih Berjalan pada Jalur yang Tepat

Survei bertajuk "Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi" tersebut dipublikasikan pada Sabtu (27/6/2026). Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap Presiden, penelitian ini juga memotret persepsi masyarakat mengenai arah pemerintahan, kondisi ekonomi, efektivitas program prioritas, hingga harapan publik terhadap kebijakan pemerintah pada tahun-tahun berikutnya.

Mayoritas Publik Masih Menyatakan Puas

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menjelaskan bahwa kepuasan terhadap Presiden masih menjadi indikator utama dalam survei tersebut.

Menurut hasil survei, sebanyak 64,8 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Persentase tersebut terdiri dari:

  • 7,9 persen responden menyatakan sangat puas.

  • 57,9 persen responden menyatakan cukup puas.

Sementara itu, 33,2 persen responden menyatakan belum puas terhadap kinerja Presiden. Angka tersebut terdiri atas 28,9 persen yang mengaku kurang puas dan 4,3 persen yang menyatakan tidak puas sama sekali. Sisanya merupakan responden yang belum memberikan jawaban atau memilih tidak menjawab.

Dalam pemaparannya, Chamad mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap jalannya pemerintahan meskipun Indonesia masih menghadapi tekanan ekonomi global dan berbagai tantangan domestik.

Survei Dilaksanakan Secara Nasional dengan 2.400 Responden

Survei Puspoll dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026 dengan melibatkan 2.400 responden yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.

Pemilihan responden menggunakan metode probability sampling melalui teknik multistage random sampling, sehingga setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai responden.

Selain itu, distribusi sampel juga memperhatikan proporsi jumlah pemilih di setiap provinsi serta keseimbangan antara wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural). Pendekatan tersebut dilakukan agar hasil survei mampu memberikan gambaran yang representatif mengenai opini masyarakat Indonesia secara nasional.

Margin of Error ±2 Persen

Dengan jumlah responden mencapai 2.400 orang, survei ini memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Menurut Puspoll, metode tersebut dipilih untuk menjaga kualitas data sekaligus memastikan jawaban yang diberikan benar-benar mencerminkan pandangan responden.

Terjadi Penurunan Dibandingkan Survei Sebelumnya

Puspoll juga membandingkan hasil survei terbaru dengan survei yang dilakukan pada Agustus 2025.

Saat itu, tingkat kepuasan terhadap Presiden tercatat sebesar 67,7 persen, sedangkan hasil survei terbaru menunjukkan angka 64,8 persen. Dengan demikian terjadi penurunan sekitar 2,9 poin persentase.

Meski demikian, Chamad Hojin menilai tingkat kepuasan yang masih berada di atas 60 persen menunjukkan bahwa pemerintah tetap memperoleh dukungan dari mayoritas masyarakat.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah.

Ekonomi Menjadi Isu yang Paling Banyak Disorot

Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, survei Puspoll juga memotret isu-isu yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat.

Hasil survei menunjukkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi tantangan utama. Kenaikan harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, serta daya beli masyarakat menjadi isu yang paling banyak disebut responden ketika diminta menjelaskan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Menurut Chamad Hojin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari indikator ekonomi makro, tetapi juga dari kondisi yang mereka rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Program Prioritas Pemerintah Mendapat Apresiasi

Survei Puspoll juga mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah.

Beberapa program memperoleh tingkat apresiasi yang cukup tinggi. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat tingkat kepuasan 81,8 persen, sedangkan Program Sekolah Rakyat memperoleh tingkat kepuasan 68,5 persen. Mayoritas responden juga berharap kedua program tersebut terus dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Puspoll menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung cenderung memperoleh tingkat penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan program yang dampaknya masih bersifat jangka panjang.

Survei Menjadi Bahan Evaluasi Pemerintah

Puspoll Indonesia menyatakan bahwa survei opini publik merupakan salah satu instrumen untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan sekaligus memberikan masukan bagi pengambil kebijakan. Lembaga ini menyebut evaluasi publik penting sebagai bagian dari proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Melalui survei yang melibatkan 2.400 responden, menggunakan metode multistage random sampling, serta memiliki margin of error ±2 persen, Puspoll memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun masa kepemimpinan.

Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun masyarakat masih memberikan sejumlah catatan terkait kondisi ekonomi dan kesejahteraan, tingkat kepuasan publik yang mencapai 64,8 persen mengindikasikan bahwa mayoritas responden masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo serta menilai pemerintahan tetap berjalan dengan dukungan publik yang dominan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles